budhisetiawan.net

Akuifer

Airtanah atau air bawah permukaan adalah batasan yang digunakan untuk menggambarkan semua air yang ditemukan di bawah permukaan tanah. Keberadaan airtanah dikontrol oleh sejarah dan kondisi geologi, deliniasi dan kondisi batas tanah dan formasi batuan di suatu wilayah dimana air mengalami perkolasi. Faktor lain yang berpengaruh adalah aktivitas dan iklim lingkungan sekitarnya, baik secara alami maupun dipengaruhi oleh manusia. Jika airtanah tersebut secara ekonomi dapat dikembangkan dan jumlahnya mencukupi untuk keperluan manusia, maka formasi atau keadaan tersebut dinamakan lapisan pembawa air atau akuifer baik berupa formasi tanah, batuan atau keduanya.

Berikut adalah beberapa istilah yang digunakan dalam menamakan karakteristik suatu formasi batuan:

  1. Aquifer (Akuifer) adalah formasi geologi atau grup formasi yang mengandung air dan secara signifikan mampu mengalirkan air melalui kondisi alaminya. Batasan lain yang digunakan adalah reservior airtanah, lapisan pembawa air. Todd (1955) menyatakan bahwa akuifer berasal dari Bahasa Latin yaitu aqui dari aqua yang berarti air dan ferre yang berarti membawa, jadi akuifer adalah lapisan pembawa air.
  2. Aquiclude adalah formasi geologi yang mungkin mengandung air, tetapi dalam kondisi alami tidak mampu mengalirkannya, misalnya lapisan lempung. Untuk keperluan praktis, aquiclude dipandang sebagai lapisan kedap air.
  3. Aquitard adalah formasi geologi yang semikedap, mampu mengalirkan air tetapi dengan laju yang sangat lambat jika dibandingkan dengan akuifer. Meskipun demikian dalam daerah yang sangat luas, mungkin mampu membawa sejumlah besar air antara akuifer yang satu dengan lainnya. Aquiclude ini juga dikenal dengan nama formasi semi kedap atau leaky aquifer.
  4. Aquifuge merupakan formasi kedap yang tidak mengandung dan tidak mampu mengalirkan air.

5 Comments

5 responses so far ↓

  • jenar // September 10, 2008 at 1:04 pm | Reply

    thanks, ni ngejawab tugas aku

  • oktafa // October 25, 2008 at 6:51 pm | Reply

    apakah keberadaan akuifer dapat dideteksi menggunakan citra penginderaan jauh??
    jika bisa, citra apa yang digunakan sdan bagaimana analisisnya???
    terimakasih

  • elina // December 16, 2008 at 4:02 pm | Reply

    Mengetahui keberadaan akuifer dengan citra PJ?
    kalo menurutku setiap wilayah di bumi mempunyai sistem akuifer, namun yang membedakan adalah jenis/tipe dan karakteristiknya. Perbedaan disebabkan karena faktor geologi yaitu lapisan batuannya. Faktor geologi berkaitan dengan faktor geomorfologi atau bentuklahannya..
    setiap bentuklahan mempunyai ciri atau karakteristik akuifer secara umum. Misal tipe akuifer di dataran aluvial adalah akuifer tak tertekan, karena materialnya kombinasi pasir dan lempung sehingga mampu menyimpan dan melalukan air dalam jumlah cukup.
    Nah, dari citra PJ hanya dapat mengetahui bentuklahan dari permukaan bumi saja, jadi hanya dapat mengetahui karakter akuifer secara umum saja, tidak sampe ke nilai permeabilitas, tebal akuifer, kedalaman akuifer,dll yang merupakan parameter dari karakteristik akuifer.
    mungkin ada masukan lain.Tq

  • Ida N // April 1, 2009 at 2:01 pm | Reply

    Saya mo nanyak nih mas Budhi, dlm geohidrologi saya sering nemui istilah piezometric surface. Tapi uraiannya seringkali nggak begitu jelas. Nah apa sih sebenarnya permukaan piezometrik itu ? Trus apakah yg dimaksud dng grundwater basin (cekungan air tanah) itu ? Apa sama dng cekungan air permukaan ?.
    Terima kasih atas kesediaan Mas Budhisetyawan untuk menjawab saya punya pertanyaan.
    Mohon dikirimkan ke email sy : idanuryani35@gmail.com.

  • yeprizal // October 12, 2009 at 8:55 am | Reply

    mas budhi,,, saya lg terbentur dlm mengerjakan tugas akhir tentang identifikasi intrusi air laut kesistem akuifer dengan metode geolistrik dikota dumai…. persoalan ny saya blm dapat referensi ny.. klu mas pny referesi dengan sangat saya mintak tlong hal ini diarahkan.. makasi sebelum ny…

Leave a Comment