Di beberapa millist, seringkali ada pertanyaan seperti ini
saya mahasiswa tahun terakhir, saat ini sedang menyusun skripsi. mohon bantuan untuk mencarikan judul sesuai dengan minat saya. minat saya adalah … dst .. dst
Mengapa hal itu bisa terjadi, sehingga seorang mahasiswa bertanya ke millist sementar di kampus tentu saja dia memiliki seorang pembimbing skripsi.
Semester ini, kebetulan mendapat kesempatan untuk mengajar mata kuliah pilihan yang tentu saja pesertanya adalah mahasiswa semester akhir yang sebentar lagi akan menulis skripsi. Dari diskusi yang dilakukan, ternyata ditemukan kenyataan bahwa mengambil mata kuliah pilihan bukan untuk keperluan skripsi, tetapi untuk memenuhi syarat akademik saja.
Keaadaan di atas, tentu akan menyulitkan jika si mahasiswa “dipaksa” untuk mengikuti perkuliahan secara penuh. Setelah dipertimbangkan, akhirnya mahasiswa akan diberikan tugas untuk membaca, menganalisa dan membuat resume paper. Mahasiswa diberikan kebebasan untuk memilih paper, yang masih terkait dengan mata kuliah pilihan tersebut. Ide ini berasal dari tulisan di blog mas Anto, dimana adanya kesulitan memahami dan mengkritisi paper.
*special untuk mahasiswa yang mengambil mata kuliah pilihan … ganbatte ne …
Di jaman yang serba internet ini, sungguh sayang sekali jika si Mahasiswa tadi belum bisa tahu informasi apa saja yang dibutuhkannya untuk keperluan menulis tugas akhir tersebut. Mungkinkah juga hal ini dikarenakan komunikasi yang kurang bagus antara sang Dosen Pembimbing dengan si Mahasiswa tadi ?
Salam dari Atsugi.
Jack Morino
Betul sekali Om Jack, saat ini semua tinggal di gogling, maka akan keluar apa yang kita inginkan.
Mungkin ada benarnya juga, kurangnya komunikasi. Di tempat saya bekerja, belum ada kebiasaan melakukan seminar mingguan misalnya untuk berdiskusi antara teman-teman di lab. Sistem pembimbingan yang berlaku adalah mahasiswa datang ke dosen dengan membawa bahan skripsi-nya dan seringkali ditinggal, kemudian dijadwalkan untuk bertemu kembali membahas tentang apa yang ditulisnya.
Kondisi tersebut sebenarnya tidak cukup kondusif, sebab seringkali kejadian mahasiswa hilang dari peredaran. Sebagai pembimbing seperti buah simalakama, mengejar mahasiswa nanti dianggap kita tidak ada kerjaan lain, tidak dikejar menjadi beban juga, sebab cukup banyak mahasiswa yang sudah menunggu untuk bimbingan selanjutnya.
emm…harus Banyak belajar nih dari tulisan-tuisan nya pAk budhi.
biar nanti skripsi saya bisa berjalan lancar..
Amin…
Makasih Pak TAs informasi nya. jadi tergerak hati saya yang kebetulan saya mahasiswa smstr 7.
Terima kasih telah berkunjung ke web saya.
Semoga tetap semangat dengan mencari bahan-bahan skripsi. Jika ada pertanyaan, silahkan kontak saya, bisa lewat e-mail.