Di awal tahun 2007, pasar game anak-anak di Jepang, nampaknya didominasi oleh nintendo. Bisa kita lihat di mall, kereta ataupun bis, anak-anak di hari Sabtu dan Minggu memegang Nintendo DS. Pengaruh ini juga berdampak ke anak-anak Indonesia yang tinggal di Jepang, yang memilih Nintendo DS dibanding Game Boy ataupun PS 2 dan Game Box.
Sudah menjadi pemandangan umum, jika ada acara orang-orang Indonesia, anak-anak pun berkumpul dan bermain bersama Nintendo DS-nya. Beberapa game memang bisa dimainkan secara bersama, karena itu biasanya sang anak akan “lapor” ke orang tuanya agar dibelikan kaset yang sama dengan temannya.
Kami sendiri membelikan Aiko sebuah DS untuk membangkitkan semangat belajar dia. Beberapa kaset yang dimiliki seperti ますーます (masu-masu) untuk belajar matematika, kemudian 1800 Target untuk melatihnya bisa berbahasa Inggris. Hanya ada satu yang benar-benar game yaitu どぶつのもり (dobutsu no mori).
Yang membuat kami cukup terkejut adalah kemarin sore di sebuah toko yang menjual game di sebuah mall besar di Bandung. Kami mencari game yang bisa Aiko gunakan untuk belajar ataupun menambah wawasannya. Ketika kami melihat-lihat box atau kotak tempat kaset nintendo, tidak satupun kami temukan.
Mbak, mo tanya, kalo game untuk Nintendo ada di jual nggak ?
Hal ini kami tanyakan sebab terlihat mereka menjual Nintendo DS, Wii yang box nya terpasang di etalase.
Ooo .. kalo Nintendo tidak kami jual kasetnya, tapi kami jual donlot-annya
Jawab si mbak yang jual, dan membuat kami terheran-heran. Lalu saya lihatkan Nintendo DS Aiko, dan si mbak nya berkomentar
Ooo .. kalo ini kaset original Mas. Jadi gini mas, di sini bisa donlot game dengan harga 10 ribu untuk satu game. Kaset original mas ini tidak bisa dipake, tapi mas beli kaset untuk donlot harganya 450 ribu, kemudian mas beli lagi memory nya, yang 2 GB harganya 200 ribu. Nah setelah itu ada semua, mas tinggal beli gamenya, satu game harganya 10 ribu.
Alamak, saya berpikir ulang membelinya. Saya bayangkan, jika saya bekerja dan berpikir untuk membuat suatu game, lalu kapan saya bisa mendapatkan keuntungan jika satu game 10 ribu rupiah ? Satu game dengan satu kaset di Jepang dijual dengan harga antara 3 ribu sampai 5 ribu yen atau sekitar 270 ribu sampai 450 ribu rupiah.
Eng ing eng ….
1 response so far ↓
rantie // September 4, 2008 at 3:36 pm
indonesia memang salahsatu surga bagi para pembajak software…
makanya.. jangan mendem aja dijepang mas..
Leave a Comment