Budhi Setiawan*, Norma Puspita**, Ambiyar Setiojati***
*Lecturer, Department of Civil Engineering, Sriwijaya University
**Student, Postgraduate of Infrastructure Management, Sriwijaya University
***Technical Assistant, Geotechnical Engineering Research Group, Department of Civil Engineering, Sriwijaya University
The majority of regions in Indonesia are considered to be vulnerable to potential impact of climate change, due to its geographical and socio-economic circumtance. In order to prioritize, design and implement intervention to adapt to climate change, it is essential to adopt a coherent set of approach, framework and method for examining vulnerability and adaptive capacity. To effectively formulate adaptation strategy at the region (kabupaten-kota) level, it is proposed to apply ”micro level-multi sectoral approach” which means assessing vulnerability at the micro-level but considering the multi sectoral impacts of climate change i.e. water and ocean sectoral. This study is present a framework and conceptual model to develop urban infrastructure vulnerability index.
Keywords: climate change, vulnerability, urban infrastructure, index
+) abstract submitted to Seminar Nasional Teknik Sipil VI 2010, 27 Januari 2010, ITS Surabaya
Categories: research
Tagged: climate change, vulnerability
December 7, 2009 · 1 Comment
Penduduk dunia mencapai 6,8 miliar, naik dua kali dari tahun 1960-an atau naik empat kali dibandingkan abad lalu. Kenaikan ini akibat kemajuan di bidang kesehatan yang menaikan tingkat harapan hidup dan tingkat kesuburan yang tidak mengalami penurunan yang berarti. Akibatnya banyak tempat yang semakin padat di satu sisi – khususnya di kawasan dan menjadi jarang bahkan kosong di sisi lainnya. Populasi terus bertambah diperkirakan 200 ribu jiwa per hari. Keep reading →
Categories: center · research
Tagged: banjir, migrasi, perubahan iklim
Budhi Setiawan* and Ambiyar Setiojati**
*Lecturer, Civil Engineering Department, Sriwijaya University INDONESIA
**Student, Civil Engineering Department, Sriwijaya University INDONESIA
ABSTRACT: Since on soft soil, large settlement might be occur under loaded foundation without actual shear failure occurring, the soil profile based on soil investigation in soft soil areas e.g. Palembang is become important. Among the different in situ tests, sondir is a simple, quick, and economical test that provides reliable in situ continuous soundings of subsurface soil. In Indonesia, sondir is considered the most frequently used method for characterization of geomedia. This research focused on site characterization of soil properties based on sondir data. This procedure is very important due to management data of soil field test is still conventional and unstructured.
accepted to present at First Makassar International Conference on Civil Engineering (MICCE2010), March 9-10, 2010
Aknowledgement
The authors would like to express their gratitude to Irma Sepriyanna and Mutiara Ramadhaniati for providing data and Ikatan Wali Mahasiswa for supporting fund to attend this conference.
Categories: Uncategorized
Tagged: site characterization, soil CPT, soil variability, sondir
Budhi Setiawan1), Edy Sutriyono2), Merri Jayanti3)
1) Civil Enginnering Department, Faculty of Engineering, University Sriwijaya
Kampus Indralaya, Ogan Ilir 30662, Sumatera Selatan
2) Mining Engineering Department, Faculty of Engineering, University Sriwijaya
Kampus Indralaya, Ogan Ilir 30662, Sumatera Selatan
3) Formerly student at Civil Engineering Department, University of Sriwijaya
ABSTRACT
Tailing is one of waste that’s produced by mining activity at PT. Freepot Indonesia (PT FI) and it also called as sirsat, which is the representing abbreviation from sand in mining. This Sirsat is placed at ModADA ( Modified Ajkwa Deposition Area), that’s an area which is modified and managed operation of sirsat and, broadly about 235 kilometres, also separated by West Levee and East Levee. The System that is used by exploit the river stream to conduct the tailing from mountain area to the sediment area in ModADA.
The river flow consists the result of material erosion that is correlated with the friction factor, velocity of sedimentation and geometric configuration that is assumed as bedriver morphology. Grain size is one of the factor that influence the bedriver morphology that is used as the parameter in this research. The measurement and gathering of grain size sirsat that have been conducted since 1997 until now and in the same time, The Parameter analysed by using statistical approach such as mean, variance and standard deviation. Estimation of the bedriver morphology is conducted by using the analysis of characteristic channel form based on D50 of grain size. The result of estimation the bed river morphology can be used to predict sedimentation pattern of the river flow in Ajkwa Lowland, Timika, Papua.
Keywords: ModADA, Grain Size, Bedriver, Sedimentation
Categories: academic
Secara pertama kali datang di Palo Alto Train Station, dari info yang didapat ada free shuttle Marguite ke dalam kampus Stanford University. Dilihat-lihat ternyata ada beberapa rute … Info dari supir taksi waktu menuju hotel, lebih tepat disebut kota Stanford saking luasnya. Dan lihat dari rute ternyata kayaknya iya juga tuh …
Begitu naek free shuttle, petunjuk dari guideline book, yang terdekat adalah Line B Clockwise ke arah Alumni Center tempat IAMG 2009 Conference. Yang rada heran adalah penumpangnya, kok tampangnya tidak semua mahasiswa, ada nenek-nenek malah ada anak-anak. Secara kebetulan, ketemu visiting fellow orang Indonesia, yang baru 3 minggu di Stanford, makasih pak telah menunjukkan jalan …
Sampe jam 3 sore jadwal lumayan padat, setelah itu ada kesempatan buat jalan dan secara kebetulan ketemu Pak Nur Heriawan dari ITB (sudah lama mengenal nama tapi baru ketemu), so keliling kampus dengan beliau yang kebetulan tinggal di guest house-nya Stanford yang ternyata letaknya di belakang kampus, kalo dilihat dari Stasiun Palo Alto, tetapi ternyata dekat juga ke jalan besar lainnya. Kalo di kampus Jepang, guest house rata-rata diletakkan di main entrance, kalo di unsri adanya di kampus bukit … jauh ke kampus baru ..
Keep reading →
Categories: daily life
Tagged: amerika, jalan-jalan, stanford
A. Kampus Indralaya
1. Ilmu Lingkungan (download)
B. Kampus Bukit
Categories: Uncategorized
Guru ratu wong atua karo …
Guru juga yang mewarnai kehidupan ini di kehidupan ilmiah saya sekarang dan masa mendatang. Dengan tanpa hormat pada semua guru yang telah membekali dengan segenap ilmunya, guru berikut adalah yang mewarnai denyut nadi ilmiah saya hingga hari ini.
Tatkala dunia komputasi mulai dikenal, adalah almarhum Dr Lesmana Polo yang mengenalkan menggunakan komputer dalam dunia riset. Sebagai penggemar game digger dan tetris waktu itu, bahasa program BASIC telah mengalahkan semuanya. Tiada hari tanpa BASIC, hari belum lengkap jika belum menyentuh dan menggunakan BASIC. Takdir berkata lain, beliau meninggalkan kami semua sebelum seluruh ajarannya diberikan …
Tatkala kuliah dipenuhi dengan rutinas matematik numerik dan hapalan yang berkepanjangan, adalah almarhum Dr Supriyo Ambar memberikan warna dengan statisiknya. Nalar berjalan mengikuti ketidakteraturan dan diungkap serta diterjemahkan lewat bahasa angka yang simpel dan mudah dipahami. LIKELIHOOD adalah hal yang begitu mengagumkan saat itu, perilaku bumi bukan untuk ditaklukan tapi bumi untuk difahami, hiduplah bersama alam …
Tatkala harus memilih di akhir adalah almarhum Dr N Prawoto menjadi pilihan. Abah biasa kami panggil, begitu keras mendidik kami, mengajarkan kami kehati-hatian dengan ilmu yang kami miliki, menurunkan kami kepedulian akan sesama, memberikan kami nafas cinta akan ilmu dan mengasihi kami dengan profesionalitasnya. Abah juga yang memberikan saya untuk terus menelurkan ide dan ilmu, sewaktu kebimbangan memilih URGE dan DUE-Karyasiswa sebagai sumber beasiswa.
“Abah khawatir lewat URGE ide dan ilmumu akan hanya terkotak untuk mencari dunia, Abah yakin lewat DUE itulah ide dan ilmumu akan jauh lebih bermanfaat. Masih banyak anak negeri yang perlu orang-orang yang mau berkorban untuk bangsanya, jadi GENERAL di negeri kecil yang memakmurkan pasukannya lebih bernilai daripada jadi prajurit di negeri besar”, pesan terakhir beliau.
Selamat jalan GURU BESARKU ….
Ijinkan muridmu untuk terus belajar dan belajar, memaknai dan memahami alam lebih dalam, mewarnai dan memberi arti denyut nadi ilmu di masa mendatang…
Categories: academic
teuing iraha mimiti
aya rasa nu nyaliara dina dada
hanjakal moal lana
ngan saukur saliwatan
di tungtung mangsa
mangsa anjeun nyiar elmu
Categories: daily life · kasundaan
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demikian pesat, menjadi Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya terus berbenah. Agar lebih dapat dikenal oleh duni luar, maka website merupakan salah yang cepat dan tepat untuk dikembangkan.
Menjawab hal tersebut, maka telah dibuat website yang masih terus disempurkan, yaitu http://sipil.ft.unsri.ac.id/
Saran dan masukan sangat berharga untuk perbaikan web di masa yang akan datang.
Categories: academic
Tagged: teknik sipil unsri, website
Poe ieu saminggu katukang …
Rebun-rebun nu ngaku ki sobat geus anjog
Mawa pisang sale dua kantong, teuing kueh nanahaon sakantong
Cenah mah keur oleh-oleh
Keep reading →
Categories: daily life · kasundaan